This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 13 Agustus 2012

HIKMAH DI BALIK DICIPTAKAN BULAN DAN BINTANG


Aschol: Cakrawala:

Bulan dan bintang merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang berada diangkasa. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah Al-Furqon ayat 61
تبارك الذي جعل في السماء بروجا وجعل فيها سراجا وقمرا منيرا

yang artinya: Maha Suci Allah yang menjadikan langit dengan gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan bercahaya.  

Perlu diketahui, semoga Allah SWT tetap memberi pertolongan kepada hamba-Nya, bahwasanya ketika malam diciptakan oleh Allah agar supaya udara menjadi dingin dan hewan mendapat ketenangan dan tempat, maka dengan pasti Allah SWT tidak menjadikan malam hari itu gelap tidak bisa menerangi kondisi alam sehingga makhluk tidak bisa memenuhi kebutuhan yang sangat pun kecil di malam hari.
Terkadang manusia butuh dalam melakukan sebagian pekerjaanya  pada malam hari yang adakalanya dharurat atau karena terbatasnya waktu disiang hari. Terkadang pada saat waktu siang hari kondisinya sangat panas, atau dari faktor-faktor yang lain, maka sinar bulan pada waktu malam termasuk di antara kebutuhan makhluk untuk membantu mereka, menerangi mereka dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga terbitnya bulan pada sebagian malam sangat dibutuhkan oleh makhluk. Cahaya dan panasnya bulan itu merupakan pantulan dari cahaya matahari agar supaya cahayanya matahari tidak langsung mengena pada manusia dimanana cahayanya matahari di waktu siang langsung mengenai pada manusia tanpa dipantulkan pada bulan. Seandainya Allah SWT memantulkan cahaya matahari  di waktu malam  secara langsung kepada manusia, tanpa dipantulkan pada bulan, niscaya hal semacam ini menimbulkan bahaya yang sangat besar bagi manusia dan manusia tidak bisa menikmati indahnya suasana dimalam hari. Allah SWT juga menciptakan Bintang-gemintang di angkasa yang mana sebagian cahaya bintang tersebut bisa membantu manusia apabila sinar bulan itu tidak ada. Allah SWT juga menciptakan bintang-gemintang  sebagai hiasan langit sehingga dengan hal itu penduduk bumi yang memandangnya terasa indah dan hatinya akan merasa tenang. Selain itu, Allah SWT juga menciptakan malam hari menjadi petang yang mana hal itu merupakan peredaran dan masa untuk kebutuhan bulan dan bintang. Kemudian Allah SWT menjadikan bulan sebagai salah satu sarana untuk mengetahui beberapa hitungan tahun. Dan itu merupakan kenikmatan dan kepatutan dari Allah SWT kepada hamba-hambaNya. Kemudian Allah SWT menjadikan bintang-gemintang sebagai rujukan petunjuk dan tanda-tanda beberapa waktu yang baik utuk bekerja, seperti menanam padi, waktu yang baik untuk melakukan perjalanan, baik itu didaratan maupun dilautan (kapal), dan sebagai tanda-tanda kondisi yang sifatnya silih berganti, baik  cuaca panas atau pun dingin. dan dengan bintang-gemintang itu pula manusia mendapatkan petunjuk perjalanan digelapnya malam hari yang digiring kepada tempat tujuan sebagai firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Qs : al-An’am ayat 97
وهو الذي جعل لكم النجوم لتهتدوا بها في ظلمات البر والبحر
Artinya: dan Dialah (Allah SWT) yang menjadikan bintang-bintang bagimu agar kamu menjadikan petunjuk dalam kegelapan didarat dan dilaut.
Sebagaimana titah bulan yang khusus dalam masalah peredaran, mengelilingi, bertambah dan berkurang sinarnya maupun gerhananya, semua itu adalah petunjuk terhadap kekuasaan Sang Khaliq yang menitahkan keadaan ini untuk kemaslahatan alam. Kemudian renungilah akan perputaran cakrawala dengan bintang-gemintang di siang dan malam  dengan putaran yang sangat cepat dan peredaran yang dapat dilihat oleh indramata. Kita dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya. Andai kata peredarannya tidak secepat ini maka akan terputuslah jarak yang sangat jauh dalam waktu 24 jam. Seandainya pula Al-Bari (Allah) tidak mengatur  peletakan di atas sana sehingga sangat samar peredaran cakrawala bagi kita, niscaya akan menyambar dengan cahaya terang karena kecepatan geraknya yang kadang-kadang seperti baru berkilat ketika menguasai angkasa.
Renungilah akan kelemah lembutan Al-Bari dalam menakdirkan peredaran bulan dan bintang dari jarak yang jauh agar dapat memperbaharui peredarannya yang baru yang tidak memungkin kan apakah itu dikira-kirakan disetiap geraknya secara kadar kebutuhannya. Dan renungilah  peristiwa ini yang mana bintang tampak jelas dalam separuh tahunnnya dan menjauh dalam separuh tahunnya pula seperti bintang tsaraya, jauza’ dan sya’ra. sesungguhnya bila semua bintang tampak dalam satu waktu maka ia tidak akan menjadi petunjuk bagi kebodohan manusia yang mengetahuinya dan memperoleh petunjuk melaluinya.  Maka terdapatlah suatu petunjuk terhadap sesuatu yang bermanfaat bagi manusia ketika lahir  dari sesuatu yang menjadikan kemaslahatan baginya yang tidak akan menghilang, bahwasanya itu dengan beberapa pengetahuan yang menjadi petunjuk bagi manusia untuk jalan yang tidak diketahui oleh manusia baik didaratan maupun dilautan. Ia tidak akan menghilang dan tidak akan bersembunyi.
Renungilah, seandainya bintang itu diam, tidak berputar, maka  petunjuk-petunjuk yang lahir dari peredaran-peredaran persatuan bintang, niscaya tidak akan ada petunjuk bagi manusia, sebagaimana matahari dan bulan memberi petunjuk bagi sesuatu yang terjadi di alam ini dengan peredarannya. Apabila semuanya beredar secara bersamaan, niscaya tidak akan ada tempat-tempat yang diketahui dan tidak ada pula ilustrasi yang dapat dikiaskan padanya dengan peredarannya karena ketika peredarannya diketahui dengan peredaran bintang, sebagaimana diketahui peredaran-peredaran di atas bumi dari tempat-tempat yang dilaluinya, maka matahari, bulan serta bintang berevolusi di alam ini setiap empat bulan dalam satu tahun untuk kemaslahatan hewan, tumbuh-tumbuhan dan selainnya dengan kekuasaan Al-Aziz, Al-Alim. Sebagian besar hikmah diciptaan cakrawala yang dengannya menjadi ketetapan alam terhadap puncak kesempurnaan karena kekal dan tidak berubah. Maka manusia telah dicukupkan dengan perubahan perkara yang besar ini yang tidak bisa dikira-kirakan dan tidak bisa dihayal didalam kemaslahatan-kemaslahatannya. Bila terdapat prubahan yang mewajibkan perubahan di bumi karena peraturan bumi itu digantungkan kepada langit maka semua itu terlewatkan oleh kekuasaan Al-Bari SWT tidak tercacati, terillati dan tidak tergantikan dari perlindungan Al-Bari untuk kemaslahatan alam. Fasubhana Al-Alim Al-Qodir.

Oleh : Kapdar Daerah C

Eksplorasi Keagungan; Rahmat, Barokah Pembacaan Maulid Nabi SAW

Aschol: Lentera Islam:

Oleh:Yasir Arafat(santri_intelek@yahoo.co.id)
            Secara empiris maulid Nabi Muhammad SAW, yang mayoritas dibaca serta telah tersebar luas,populer,dimasyarakat indonesia.khususnya, di pulau Madura adalah Maulid Ad-dibaiy dan Maulid Al-habsyi yang dibaca secara slow maupun deklamasi.inilah indikasi kongkrit  rasa cinta setiap qolbu,  insan umat Muhammad   SAW manusia kamil dan terpuji yang tak akan pernah terdegradasi, terkikis oleh globalisasi  zaman.
potret kultur masyarakat madani Madura yang fanatisme kepada nilai-nilai Agama, ulama’ perlu diacungi jempol secara holistik.Begitu juga, nilai-nilai fanatisme,pengagungan mereka terhadap riwayat hidup baginda Nabi SAW yang diarsipkan melalui risalah kitab-kitab Maulid oleh para ulama’ salaf.Tulisan ini akan menyoroti, mengenai keagungan masalah pembacaan Maulid Nabi SAW. Yang mana para sahabat dan tabi’in memberikan persepsi yang berbeda-beda,atas; keagungan,rahmat serta barokah membaca maulid nabi SAW.
Saiyyidina Ali k.w  berpartisipasi melontarkan sebuah statement dalam kitab An-ni’mah al-kubra ‘alal ‘alam (karya imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami As-syafi’i) , bahwasanya ”barang siapa yang menginfakkan sebagian hartanya di karnakan mengagungkan kelahiran baginda nabi SAW dan ia menjadi penyebab pembacaan maulid tersebut. Maka, tidak akan meninggal kecuali membawa iman,masuk syurga tanpa hisab. .Abu Bakar As-siddik berkata”barang siapa menginfakkan hartanya satu dirham untuk pembacaan maulid SAW, maka akan menjadi temanku kelak di Surga.maka, tak heran jika hasan Al-basry berkata “aku senang seandainya,aku mempunyai harta emas sebesar gunung Uhud yang dinafaqohkan untuk pembacaan maulid Nabi SAW.
Sedangkan, jika ditelisik dari fase-fase rahmat, dan barokah juga sangat luar biasa sekali.apabila di bacakan pada air,dan kemudian diminum, niscaya seribu rahamat ,cahaya yang terpancar kedalam hatinya serta sirna seribu penyakit, seperti dengki, hasud,riya’ dan lainnya.hatinya tidak akan mati disaat semua hati telah binasa, asumsi ini dilontarkan oleh imam Fakhruddin Ar-rozi (meninggal 606 H atau 1209 M di hirrat)
Sulthonul Al-’arifin imam jalaluddin As-suyuti Asy-syafi’i(meninggal 119 H\1505 M di Kairo) berkata dalam kitabnya al=wasail fii syarhi syamail, barang siapa membaca maulid Nabi SAW dirumah, di masjid atau suatu tempat yang baik untuk membaca sholawat. Maka, para Malaikat telah memenuhi Rumah, Masjid atau tempat tersebut.dengan memintakan rahmat dan keridhoan kepada ahlinya.Malaikat itu adalah Jibril, Mikail,Isrofil,dan ‘izroil mereka semua bersholawat memintakan ampunan terhadap orang yang menjadi penyebab pembacaan maulid ini.
 akan terselamatkan dari musibah paceklik,  wabah-wabah penyakit, tenggelam, pertikain dan perampokan. Imam Sirryi Asy-syaqati(meninggal 251H\865M diBaghdad) tergolong mursyid dari imam Juned Al-baghdadi dari aliran toriqoh as-syadziliyah berasumsi “ barang siapa membaca maulid nabi SAW disuatu tempat maka dia telah bermaksud untuk mendatangi taman dari taman surga, karena seseorang tidak mungkin datang ketempat itu kecuali karena kecintaannya kepada beliau yang notabenenya sebuah implimikasi sabda-NYA “ barang siapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku kelak disurga.
pada zaman ini, aktualisasi  pembacaan maulid juga mengalami transformasi yang sangat progresif, dikolaborasikan dengan nuansa syair-syair melalui qosidah-qosidah arab dan alat-alat musik islami disela-sela pembacaannya.hal tersebut memberikan sugesti yang lusr biasa dan semarak untuk lebih semangat bersholawat hingga menjadi sebuah komunitas yang khusu’ disaat membaca sholawat.
            Kalau toh, memang ada.Resistensi kelompok-kelompok tertentu, yang enggan mengagungkan dan memulyakan maulid Nabi Muhammad SAW,dengan dalih bid’ah meskipun seluruh dunia ini memuji dan memujanya.Niscaya, hatinya tak akan terkutik sedikit pun cinta terhadap-Nya.Stimulasi positif justru, muncul dari dari maqolah jawa yang berbunyi wagu-ora wagu, iso ora iso sing penting sholawatan” (red:jawa)sebuah motivasi yang mengobsesikan diri untuk selalu semangat dalam bersholawat hingga kelak mendapatkan syafaat dari baginda nabi SAW di padang mahsyar.

Today’s Muslims

Aschol: English Courner:

During the last few years, as result of many events whose consequences have become intertwined, foremost among them the Arab-Israeli conflict  and the terrorist attack of September 11. The mass media in the west have sometimes portrayed Islam as violent religion opposed to other religion and strongly anti-western. Actually the vast majority of Muslims have nothing to do with terrorism or violence of any kind, and have often been the object of attacks themselves in many part of the world. They live the life of traditional believers based on surrender to God, prayer, fasting, alms-giving, and seeking to gain inner peace. Faith in the one God is still very strong in Islam, and the Islamic intellectual and artistic tradition as well as the inner path to God associated usually with Sufism, are all alive.
Most Muslims believe that they have much more in common with Jews and Christians than with any other religious group and that what unites the followers of various religious tradition in much greater than what divides them. Also most Muslims are not anti-western, but oppose Western interests in the Islamic world if these interests happened to be against those of Muslims themselves. They wish to live and develop their own societies on the basis of their own world view, interests, and ideals without external pressure, in the same way that the West was to do during the various stages of its historical development.
Most of Muslims hates to the west interest but still cannot hide or there away from the new era, something that must be attention is how to make strong the faith of the Muslims by true education and improving the faith. One side the Muslims have to fight the enemies and attack from external but the most important is keep the harmony among Muslims to do not fight each other and stand up together to built education of Islam for new generation .

Key word:
Portray : Melukiskan
Oppose : Menentang
Intertwined : Terjalin
Foremost : Terutama
Violent : Garang, Bengis
Anti-western : Anti Barat
Vast : Sangat Banyak
External pressure : Tekanan dari Luar
Alms-giving : Zakat
Oleh : Mr-Fahar

Tato; Seni atau Kebodohan…..?


Dulu sewaktu kecil dilingkungan tempat tinggal saya ada beberapa orang yang memakai tato, si pemakai merasa bangga dengan tatonya, saya tidak tahu apa alasan kebaanggaan itu, menurut pandangan orang-orang, orang bertato itu adalah lelaki pemberani, jagoan, alias preman. Waktu kuliah saya juga memiliki teman punya tato di bahu kanannya dan dia memang seorang pemberani yang didukung kondisi fisiknya jangkung dan berotot. Seorang teman lagi waktu itu seorang penggemar dan pemain musik, hidup memang seperti perilaku preman, gaul banget, untuk memasang tato di hampir semua wilayah dadanya dia menghabiskan 2 botol minuman keras bermerek columbus, katanya untuk menahan rasa sakit.
Cerita pun berkembang, umumnya “alumni” lapas (napi) memakai tato, sehingga diasumsikan si pemakai termasuk anggota kelompok kejahatan, si pemakai pun bangga dengan itu. Pada tahun 80-an, sewaktu muncul penembak misterius (petrus) untuk menumpas para penjahat, salah satu ciri orang-orang yang dikejar adalah pemakai tato, ini semakin mengesahkan anggapan masyarakat bagi yang memiliki tato dicap sebagai penjahat. Korban petrus memang semuanya bertato, sampai tetangga saya yang bertato pada waktu itu, mencari segala cara untuk menghilangkannya dengan cara mengirisnya dengan benda tajam, terluka dan berdarah, hasilnya tato itu hilang berganti seperti borok-borok luka yang menonjol.
Tato atau body painting atau rajah adalah gambar atau simbol pada kulit tubuh yang diukir dengan menggunakan alat sejenis jarum. Biasanya gambar dan simbol itu dihias dengan pigmen berwarna-warni. Jaman dulu, orang-orang masih menggunakan teknik manual dan dari bahan-bahan tradisional untuk mentato seseorang. Orang-orang Eskimo misalnya, memakai jarum dari tulang binatang. Sekarang, orang-orang sudah memakai jarum dari besi, yang kadang-kadang digerakkan dengan mesin untuk “mengukir” sebuah tato. Di kuil-kuil Shaolin malah memakai gentong tembaga yang panas untuk mencetak gambar naga pada kulit tubih. Murid-murid Shaolin yang dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan simbol itu kemudian menempelkan kedua lengan mereka pada semacam cetakan gambar naga yang ada di kedua sisi gentong tembaga panas itu.
Di Indonesia sendiri, pada tahun 80-an saat Petrus beraksi dimana tato dianggap sebagai sesuatu yang buruk. Orang-orang yang memakai tato dianggap identik dengan penjahat, gali dan orang nakal. Pokoknya golongan orang-orang yang hidup di jalan dan selalu dianggap mengacau ketentraman masyarakat. Namun kini seiring perkembangan jaman tato sudah dianggap sebagai fashion. Sebelum tato dianggap sebagai sesuatu yang modis, trendi dan fashionable seperti sekarang ini, tato memang dekat dengan budaya pemberontakan. Anggapan negatif masyarakat tentang tato dan larangan memakai rajah atau tato bagi penganut agama tertentu semakin menyempurnakan imej tato sebagai sesuatu yang dilarang, haram, dan tidak boleh. Maka memakai tato sama dengan memberontak terhadap tatanan nilai sosial yang ada, sama dengan membebaskan diri terhadap segala tabu dan norma-norma masyarakat yang membelenggu. Orang-orang yang dipinggirkan oleh masyarakat memakai tato sebagai simbol pemberontakan dan eksistensi diri. Anak-anak yang disingkirkan oleh keluarga memakai tato sebagai simbol pembebasan…
Menurut sejarah, konon tato selalu dikaitkan dengan ritual yang mengerikan dan mengeluarkan darah yang dipergunakan dalam ritual agama untuk menyelaraskan jiwa manusia dengan kekuatan gaib supaya jiwa tersebut bisa masuk ke dalam alam baka dengan tenang. Selain itu, makna spiritual lainnya yang tersembunyi dalam tato antara lain adalah merupakan lambang perbudakan (dipakai oleh bangsa Yunani dan Roma kepada budak mereka); sebagai perantara untuk berhubungan dengan dewa-dewa, jimat pelindung, simbol akan arwah-arwah leluhur, sebagai tanda pengenal sekte-sekte tertentu, simbol dalam ritual-ritual seks, serta lambang untuk mengambil bagian dalam pesta narkoba, dan berbagai hal yang berhubungan dengan pemberontakan, paganisme, mistik, kanibalisme, dan penyembahan terhadap setan.
Dari sisi kesehatan, tato juga membawa dampak yang buruk dan menurut penelitian, orang yang memiliki tato memilki kemungkinan lebih besar terkena AIDS, hepatitis B, C, tetanus, syphilis, TBC, dan beberapa penyakit lainnya. Orang yang memiliki tato juga memiliki kecenderungan bersikap “rebellion” atau memberontak. Baik agama Islam dan Kristen, keduanya mengharamkan melakukan tato di badan manusia. Banyak orang juga yang tidak mengetahui efek yang ditimbulkan, kulit yang terkena tato bisa bengkak dan terjadi infeksi, sementara kulit yang sudah terkena tato sampai pada bagian dermis atau bagian paling dalam kulit, tidak bisa dikeluarkan lagi. Menindik tato pada kulit dapat terkena MRSA, penyakit kulit yang mematikan.
Trend tato saat ini kemudian banyak muncul dikalangan celebrity, sehingga para penggemar tato semakin bangga memakainya, kebanggaan diri karena melakukan pembebasan diri atas tatanan sosial, pencarian dan aktualisasi jati diri, sekaligus merasa bagian dari afiliasi celebrity. Dulu tato dipakai dengan motivasi “thug wannabe”, ingin nampak sebagai penjahat, sekarang ingin nampak sebagai celebrity. Bagi para penikmat narkoba (bisa juga nampak kolor bangga), bagi para penggemarnya itu adalah seni, walau tahu bahayanya seperti rokok, tetap asik saja melakukannya. Nah, kalau agama sudah mencap haram, katanya ya sama saja, jajanan sex, zina juga haram, toh dilabrak juga. Korupsi juga haram, malah pemakainya umumnya pejabat-pejabat penting.
Demikian itulah kencenderungan manusia, malahan setan dijadikan sumber penyebabnya, padahal macam mana rupa setan pun kagak pernah dilihatnya, maka benarlah kata firman Tuhan, manusia itu mahkluk yang bodoh, tetapi manusia menyebutnya seni. Semua manusia memang bodoh, kalau tidak, maka dia sempurna, padahal tidak ada manusia sempurna kecuali rokok yang bernama sampoerna, ha…ha..ha..ha..
Wallahualam.